Wapres JK Ingatkan Perang Dagang AS-Cina Bisa Pengaruhi RI

Selasa, 27 Maret 2018
Indonesiaplus.id – Perang dagang Amerika Serikat (AS) dengan Cina bisa menimbulkan dampak yang luas ke seluruh negara, termasuk Indonesia.
Keputusan AS akan menerapkan tarif bagi sejumlah produk Cina, dapat menurunkan permintaan dari Negeri Tirai Bambu tersebut. “Pasti ada pengaruhnya,” ujar Wakil Presiden Jusuf Kalla di Jakarta, Selasa (27/3/2018).
Berpengaruh terhadap harga barang di tingkat global. Sehingga, tidak menutup kemungkinan harga produk-produk Cina di AS akan naik, sedangkan harga di negara lain bisa turun. Jika harga di AS naik maka permintaan produk-produk asal Cina bisa menurun.
“Pengaruhnya harga turun, bisa juga naik, karena bisa terjadi khususnya di Amerika pasti naik tapi harga di luar negeri bisa turun, nah kita bisa berpengaruh akibat Cina permintaannya bisa turun,” katanya.
Sebelumnya, Indonesia mengekspor bahan mentah ke Cina. Kemudian, pemerintah menetapkan aturan agar Cina dapat membangun smelter maupun pabrik di Indonesia.
Kebijakan itu bertujuan mengubah produk ekspor dari bahan mentah menjadi bahan setengah jadi yang memiliki nilai tambah. Turunnya permintaan, tentu akan berpengaruh terhadap nilai barang dari Indonesia.
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menandatangani sebuah memorandum kepresidenan untuk kebijakan tarif atas produk Cina sebesar 60 miliar dolar AS. Juga, berencana membatasi investasi Cina di AS sebagai bayaran atas dugaan pelanggaran hak kekayaan intelektual yang terjadi bertahun-tahun.
Trump memberikan waktu 60 hari kepada Departemen Keuangan AS membuat daftar produk Cina yang akan dikenakan tarif. Juga meminta Departemen Keuangan untuk mengembangkan pembatasan investasi untuk mencegah perusahaan Cina mengakuisisi perusahaan AS yang bergerak di bidang teknoogi tinggi.
Masa tunggu 60 hari ini akan memberikan ruang negosiasi bagi industri dan Parlemen AS dalam menyusun daftar produk yang terkena tarif tersebut. Diketahui terdapat 1.300 produk yang akan dikenakan tarif dan sebagian besar di sektor teknologi.
Berdasarkan kebijakan tersebut, Kementerian Perdagangan Cina mengumumkan tindakan balasan. Pemerintah Cina merancang rencana untuk memungut bea masuk tambahan hingga 3 miliar dolar AS untuk produk-produk yang diimpor dari AS termasuk buah-buahan segar, dan kacang-kacangan.
Menurut Jusuf Kalla, wajar jika Cina melakukan aksi balasan terkait kebijakan tarif AS. Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) memiliki peran untuk mencegah perang dagang yang semakin meluas. Dia menilai, perang dagang dapat berimplikasi luas dan membahayakan perdagangan dunia.
“Semua perang dagang apalagi dengan negara-negara besar seperti Amerika dan Cina kalau terjadi akan berimplikasi luas dan itu berbahaya kepada perdagangan dunia,” tandas Wapres.[Sap]