HEALTH

Makanan Berserat Dongkrak Imunitas Tubuh, Bisa Cegah Covid-19?

Indonesiaplus.id – Para pakar kesehatan menyarankan masyarakat mengonsumsi makanan berserat. Terlebih, untuk menjaga kesehatan tubuh saat pandemi virus Corona atau Covid-19.

Pandemi Covid-19 bisa memakan korban tewas yang sudah memiliki masalah kesehatan. Sebab, virus akan menyerang manusia yang mengalami penurunan imun misalnya lanjut usia, penderita penyakit infeksi, maupun penyakit-penyakit kronis.

“Jadi, orang yang sehat jika terpapar virus umumnya hanya menjadi carrier saja dengan gejala ringan seperti flu biasa sampai tidak mengalami gejala sama sekali,” ucap pemerhati kesehatan Ge Recta Geson di Jakarta, Jumat (17/4/2020).

Sebanyak 70 hingga 80 persen imun di seluruh tubuh dibentuk dalam saluran cerna (gut). Sehingga, microbiota mengedukasi dan memodulasi sistem imun dan mampu melawan atau membunuh patogen apapun termasuk virus.

Mikrobiota adalah seluruh mikroba dan materi genetiknya dalam tubuh yang berperan dalam mempromosikan kesehatan.

“Pola makan dan hidup terpapar berbagai polutan dan beban tekanan stres yang dapat merusak mikrobiota dalam saluran cerna diperlukan upaya pemulihan kembali,” kata Alumni Fakultas Farmasi Ubaya Surabaya itu.

Ia menyarankan mengkonsumsi pangan yang sehat bergizi serta vitamin-vitamin yang dibutuhkan tubuh. Untuk membentuk kembali mikrobiota yang sehat, sangat disarankan rutin mengkonsumsi probiotik dan prebiotik.

“Untuk probiotik baik mengandung berbagai mikroba menguntungkan dan selaras dengan alam. Prebiotik merupakan makanan probiotik berupa non digestable fiber yang biasa ada buah dan sayur,” katanya.

Seringakali, virus menjadi penyebab outbreak pandemi adalah virus ribonucleic acid (RNA) yang hanya memiliki single strand genetic.

“Covid-19 merupakan virus single strand RNA, sehingga mudah bermutasi karena tidak memiliki proofreading yang bisa mengoreksi terjadinya salah transkripsi seperti pada virus DNA atau sel manusia, ” katanya.

Langkah preventif penularan Covid-19 dengan memakai penyemprotan disinfektan sebagai langkah bagus. Namun, hanya saja perlu dipertimbangkan resiko akan menciptakan mutan baru yang berdampak pada kesehatan manusia.

“Apakah tidak akan terjadi outbreak pandemi baru dalam periode yang lebih singkat,” tandasnya.

Pemerintah merilis data resmi ada 5.923 warga yang positif terpapar Covid-19, dengan angka kesembuhan sebanyak 607 orang dan jumlah korban meninggal 520 orang.

Selain itu, berbagai protokol pencegahan dilakukan pemerintah untuk menekan laju penyebaran virus Corona. Salah satunya menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di beberapa daerah terdampak Covid-19 karena virus Corona ditularkan antarmanusia melalui kontak dekat.[was]

Related Articles

Back to top button