Kenali dan Rasakan Manfaat Kesehatan dari Sayuran Labu

Kamis, 2 November 2017
Indonesiaplus.id – Salah satu jensi sayuran yang memiliki kandungan antioksidan dan vitamin untuk kesehatan adalah labu.
Dengan kandungan yang rendah kalori dan diperkaya kandungan vitamin A, flavonoid poli-fenolik antioksidan seperti leutin, xanthin, dan karoten.
Juga, labu termasuk dalam tumbuhan yang cepat tumbuh dan masuk dalam jenis keluarga Cucurbitaceae. Pada umumnya berwarna orange atau kuning beberapa varietas menunjukkan warna hijau gelap, coklat dan abu-abu.
Warnanya sangat dipengaruhi oleh pigmen kuning-oranye pada kulitnya. Berikut ini beberapa manfaat labu untuk kesehatan, seperti dilansir laman Gayot:
Bisa melawan kanker
Warna oranye terang dari daging labu adalah petunjuk atas kekayaan karotenoidnya, seperti beta-karoten yang membantu menetralisir radikal bebas dan dengan demikian mengurangi risiko kanker.
The karotenoid lutein dan zeaxanthin yang ditemukan dalam daging labu bisa membantu meningkatkan kesehatan mata dan menjaga terhadap degenerasi makula.
Labu juga merupakan sumber vitamin A dan C yang baik serta asam alfa-hidroksi, yang mengurangi tanda-tanda penuaan pada kulit.
Jenis makanan super
Kalium dalam labu menjadikannya pilihan yang baik bagi penderita hipertensi. Kandungan seratnya yang tinggi juga membantu mengurangi nafsu makan, mengurangi penyerapan lemak dan melindungi aterosklerosis.
Baik untuk penderita diabetes
Dalam penelitian hewan, labu mempromosikan regenerasi sel beta penghasil insulin yang rusak. Akibatnya, labu secara drastis bisa mengurangi kebutuhan suntikan insulin sehari-hari pada penderita diabetes.
Mengonsumsi satu cangkir labu masak yang dimasak menyediakan lebih dari 100 persen kebutuhan vitamin A harian kita dan sekitar 20 persen kebutuhan vitamin C harian. Karena banyak manfaat kesehatannya, labu kemudian dianggap sebagai makanan super.
Jangan buang biji labu
Biji labu (juga dikenal sebagai pepitas) sebenarnya bisa lebih bermanfaat loh.
Biji labu sangat menjanjikan di ranah kesehatan prostat, terutama untuk kondisi yang dikenal sebagai BPH (hipertrofi prostat jinak), yang umum terjadi pada pria berusia 50 tahun ke atas.
Biji labu juga tinggi karotenoid, lemak omega-3 dan seng. Seng juga membantu mencegah osteoporosis pada pinggul dan tulang belakang.
Biji labu tinggi pada pitosterol, senyawa yang ditemukan pada tanaman yang telah terbukti bisa menurunkan kadar kolesterol dalam darah, meningkatkan respons kekebalan tubuh dan mengurangi risiko kanker tertentu.
Lebih banyak manfaat bijinya
Biji labu kaya nutrisi, sumber magnesium, mangan dan fosfor serta kaya akan protein. Minyak biji labu kaya akan asam lemak esensial yang menjaga kesehatan pembuluh darah dan saraf serta memberikan pelumasan yang tepat untuk jaringan, termasuk kulit.
Baik untuk kulit
Beta-karoten dalam labu membantu melindungi kulit dari sinar UV penyebab keriput akibat sinar matahari dan enzim dalam labu bekerja dengan ajaib untuk mengurangi permukaan kulit mati dan membuat permukaan kulit menjadi lebih halus.[Was]